Suatu
ketika aku melihat seorang wanita, yang tidak pernah tahu siapa namanya, aku
hanya dapat melihat dia sekali, dan itu pun tidak terlihat jelas wajahnya,Karena
hijabnya yang menutupi wajahnya. Aku hanya dapat berharap, semoga ini bukanlah
petemuan terakhir ku dengan dia, semoga akan ada pertemuan lagi setelah
pertemuan ini. Tepat pada hari senin 28 September 2015, aku menghadiri sebuah acara
penikahan sahabat ku, tiba-tiba aku melihat seorang gadis tersebut di acara
pernikahan sahabatku, dengan penuh rasa malu dan muka memerah, aku mencoba
mendekatinya memperkenalkan diriku padanya. Hatiku hanya dapat berbicara, Ya
allah. Apakah ini jalan mu untuk aku mendekatinya, Dengan tampang yang malu,
aku mencoba untuk berjabat tangan dengan dia, untuk memperkenalkan diriku
kepada dia. Tetapi dia hanya dapat tersenyum dan tidak menyambut baik
perkenalan ku dengan dia, terlintas dalam benakku, sombong sekali perempuan
ini, tidak ingin berkenalan dengan ku, dan dia hanya menjawab. Kita bukan
muhrim, jadi tidak pantas seorang muslim berkenalan dengan berjabat tangan. ,
Kemudian aku bertanya kepadanya, jika memang itu mau mu, ijinkan aku tahu siapa
namamu?, dia hanya dapat tersenyum dan tidak dapat menjawab pertanyaan ku, dengan
rasa penasaran aku kembali bertanya kepada dia, dengan pertanyaan yang sama,
siapakah namamu?. Dan ia menjawab, Jika kamu ingin kenal aku. Temui alamat ini
dan datang ke rumahku, semakin bingung perasaan ku di buatnya, lalu aku
bertanya kembali kepada dia, kenapa aku harus datang ke rumahmu, sementara aku
hanya ingin mengetahui siapa namamu. Jika kamu ingin mengetahui siapa namaku
dan siapa aku, kamu dapat datang ke rumah ku, dan kamu dapat bertanya kepada
kedua orang tua ku, ayah dan ibu. Kenapa, aku harus bertemu dan bertanya dengan
ayah dan ibumu tentang siapa namamu, dan dia hanya bisa tersenyum, lalu dia
menjawab. Ini cara aku jika ada seorang pria yang ingin berkenalan dengan ku,
Jika kamu berani, kamu akan mengetahui siapa aku. Dan aku hanya bisa tesenyum
perihal tantangan wanita itu terhadapku. Untuk aku dapat mengenali siapa wanita
itu, Keesokan harinya aku berusaha mencari alamat rumahnya dan mencoba
mendatanginya alamat yang telah di berikan wanita tersebut terhadapku,
sesampainya di rumah wanita tesebut, perasaan ku berubah 100% menjadi Gugup,dan
aku mencoba menarik nafas dalam-dalam sambil mengucap bismillah, Semoga hari
ini dapat di mudahkan untuk dapat berkenalan dengan wanita itu. Kemudian aku
mencoba mengetuk pintu rumah wanita itu,dan alhamdulilah ternyata yang membuka
kan pintu rumah itu adalah wanita tersebut, Perasaan ku semakin sangat gugup
dibuatnya, Ketika wanita itu memanggil ayah dan ibunya, tidak menunggu waktu yang
lama, akhirnya ayah dan ibunya menghampiri ku. Kemudian ayah dan ibunya
betanya, ada pelu apa, anda bekunjung ke rumah kami. Dengan perasaan yang
sangat gugup aku menjawabnya, kedatangan ku kesini. Ingin sekali berkenalan
dengan putri bapak dan ibu. Kemudian ayahnya menjawab, putri saya bernama
anisa. Dalam hati aku berkata? Indah sekali nama itu, seperti wajahnya yang
indah di pandang. Kemudian aku memberanikan lagi bertanya kepada kedua orang
tuanya, Apakah putri bapak anisa seperti itu, Jika ada yang ingin berkenalan
dengan dia. Apalagi yang berkenalan dengan dia adalah seorang pria. Ayah anisa
menjawab, Jika anda ingin mengetahui lebih dalam tentang anisa, Anda dapat
melamar dia sebagai calon istri anda. Dengan perasaan yang sangat kaget dan
bingung, aku menjawabnya. Jika memang anisa adalah jodoh yang di berikan allah
kepadaku, dan jika itu yang bapak inginkan, Saya Adi siap melamar putri bapak.
Dan pada akhirnya tepat pada tanggal 3 Oktober 2015, Adi dan anisa
melangsungkan pernikahan. Perkenalan yang sangat singkat membuat adi dan anisa
mengetahui dan mengenal jauh lebih dalam melalui ikatan pernikahan.
Sekian dan terima kasih..



0 comments:
Post a Comment
Temen-temen yang Udah berkunjung jangan lupa ninggalin komentarnya yaa...?